Community

Pola Makan Mediterania Bisa Melindungi Risiko Alzheimer

sunashadi.comCOMMUNITY – Menjaga kesehatan otak ternyata bisa dimulai dari piring makan kita. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa pola makan Mediterania dapat membantu melindungi daya ingat, bahkan pada orang dengan risiko genetik tinggi terkena Alzheimer. Temuan ini memberi harapan bahwa makanan sehat mampu menekan risiko penurunan fungsi kognitif yang sering menakutkan banyak orang.

Mengapa Pola Makan Mediterania Begitu Spesial?

Pola makan Mediterania terkenal karena kaya buah, sayur, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun. Makanan ini rendah daging merah dan gula tambahan. Selain itu, pola makan ini dianggap seimbang karena tidak melarang makanan tertentu secara ketat, hanya menekankan pada pilihan sehat.

Di sisi lain, pola makan ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga berperan besar dalam menjaga otak. Penelitian menemukan, pola ini bisa memengaruhi metabolit, yaitu molekul kecil dalam darah yang menggambarkan cara tubuh memproses makanan. Karena itu, metabolit diyakini berhubungan langsung dengan fungsi memori dan kognitif.

Pola Makan Mediterania Bisa Melindungi Risiko Alzheimer Read More »

Ketika Sains dan Iman Berjalan Bersama: Discovery dan Verifikasi

Dalam kehidupan sehari-hari, inspirasi bisa muncul dari mana saja. Bisa dari momen hening, pengalaman pribadi, atau keindahan alam. Dalam dunia keilmuan, proses ini dikenal sebagai discovery. Discovery adalah tahap awal di mana ide muncul secara spontan dan bebas.

Namun, tidak semua ide bisa dianggap sebagai pengetahuan. Ide perlu diuji melalui proses yang disebut verifikasi. Verifikasi berarti menguji ide dengan cara sistematis dan logis menggunakan metode rasional dan atau metode ilmiah. Dengan dua proses ini, ilmu pengetahuan menjadi kuat dan terpercaya.

Sains hadir bukan hanya untuk mencatat, tetapi juga menyaring kebenaran. Ia membersihkan pemahaman dari mitos dan dugaan. Melalui pengamatan, eksperimen, dan pembuktian berulang, sains menyingkirkan keyakinan yang tidak berdasar.

Namun, penting untuk diingat bahwa sains bukan alat untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Tuhan berada di luar wilayah eksperimen dan laboratorium. Karena itu, pendekatan kepada Tuhan lebih cocok melalui pengalaman batin dan pencarian spiritual.

Ketika Sains dan Iman Berjalan Bersama: Discovery dan Verifikasi Read More »

Manusia adalah Akalnya, Penting untuk Memahaminya

Akal, Karunia Paling Tinggi


Manusia dianggap makhluk paling mulia karena memiliki akal. Bahkan, dalam banyak pandangan, manusia lebih tinggi derajatnya daripada malaikat. Ini bukan tanpa alasan. Akal membuat manusia bisa membedakan benar dan salah.

Karena itu, memahami akal menjadi hal yang sangat penting. Akal bukan sekadar organ berpikir, tetapi sumber utama nilai kemanusiaan. Akal juga menghasilkan ilmu, seni, hukum, dan kebudayaan.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang hanya fokus pada hasil dari akal. Mereka melupakan bagaimana akal bekerja dan bagaimana proses berpikir itu terjadi. Padahal, ini justru kunci untuk hidup yang lebih bijak.

Akal dan Proses Berpikir: Apa Bedanya?


Akal adalah kemampuan dasar manusia untuk berpikir. Sedangkan proses berpikir adalah kegiatan menggunakan akal itu. Keduanya saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.

Selain itu, ada juga istilah metode berpikir. Ini adalah cara atau pola yang digunakan untuk mencapai pemahaman. Jika proses berpikir adalah perjalanan, maka metode berpikir adalah peta jalannya.

Manusia adalah Akalnya, Penting untuk Memahaminya Read More »

Sejarah Islam, Jalan Menyambung Masa Lalu dan Masa Kini

Pernahkah kamu bertanya mengapa sejarah Islam begitu penting untuk dipelajari hari ini? Sejarah bukan sekadar kumpulan peristiwa lama. Sejarah adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan masa lalu, sekaligus cermin untuk menata masa depan. Di dalam sejarah Islam, kita menemukan perjalanan panjang umat manusia dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran.

Wilayah sejarah Islam membentang sangat luas. Sejak kemunculannya, Islam menyebar dari Lautan Atlantik hingga ke Lautan Pasifik. Penyebaran ini tidak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga budaya, ilmu pengetahuan, dan peradaban. Karena itu, mempelajari sejarah Islam bukan hanya urusan masa lalu, tetapi juga masa depan.

Selain itu, sejarah Islam mencakup kisah-kisah dari banyak bangsa dan negara. Setiap kisah membawa pelajaran berharga. Di sisi lain, keberagaman ini menunjukkan bagaimana Islam bisa hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang masyarakat. Hal ini bisa menjadi inspirasi besar bagi kita di zaman modern.

Namun, tidak semua orang menyadari pentingnya sejarah. Beberapa orang mungkin menganggap sejarah hanya cerita lama yang membosankan. Padahal, seperti kata Ibnu Atsir, sejarah bisa mencegah kita dari mengulang kesalahan yang sama. Ia juga bisa menjadi motivasi untuk meniru kebaikan para pemimpin masa lalu.

Sejarah Islam, Jalan Menyambung Masa Lalu dan Masa Kini Read More »

Waktu Terbaik bagi Mahasiswa untuk Pelaksanaan Ujian

Artikel baru ini mengungkap bahwa waktu pelaksanaan ujian bisa sama pentingnya dengan seberapa baik mahasiswa mempersiapkan diri. Dalam sebuah penelitian besar yang dilakukan di Italia, para ilmuwan menemukan bahwa mahasiswa lebih mungkin lulus ujian lisan jika menjalaninya sekitar waktu makan siang. Hasil ini diambil dari analisis terhadap lebih dari 100.000 data ujian, yang menunjukkan bahwa tingkat kelulusan memuncak antara pukul 11.00 hingga 13.00. Fenomena ini diduga berkaitan erat dengan ritme biologis tubuh dan kelelahan dalam pengambilan keputusan.

Para mahasiswa di Italia umumnya menjalani ujian lisan sebagai bagian penting dalam penilaian akademik mereka. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya materi ujian yang menentukan kelulusan, tetapi juga jam berapa ujian tersebut dilakukan. Bahkan setelah mengesampingkan faktor kesulitan ujian, hasil terbaik tetap ditemukan di sekitar tengah hari, sementara hasil terburuk terjadi di pagi atau sore hari.

Profesor Carmelo Mario Vicario dari Universitas Messina, selaku penulis utama, menyatakan bahwa pola hasil ujian sangat berkaitan dengan waktu. Mahasiswa paling banyak lulus saat ujian dijadwalkan menjelang siang, sementara tingkat kelulusan menurun drastis pada pagi atau sore hari. Penelitian ini membuka peluang untuk menilai ulang waktu ideal pelaksanaan evaluasi, tidak hanya dalam dunia pendidikan tetapi juga dalam konteks lain seperti wawancara kerja atau sidang pengadilan.

Waktu Terbaik bagi Mahasiswa untuk Pelaksanaan Ujian Read More »

2 Kali Sepekan, Olahraga Terbaik untuk Penderita Diabetes

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa melakukan olahraga hanya dua kali seminggu tetap bisa memberikan manfaat besar bagi penderita diabetes, khususnya dalam menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 50.000 orang dewasa dengan diabetes menemukan bahwa baik mereka yang berolahraga hanya di akhir pekan maupun mereka yang melakukannya secara rutin dalam seminggu, sama-sama mendapatkan penurunan risiko kematian secara keseluruhan maupun akibat penyakit kardiovaskular.

Yang menarik, pola waktu olahraga ternyata tidak terlalu berpengaruh, selama total waktu aktivitas fisik mencapai rekomendasi kesehatan yang berlaku. Artinya, melakukan olahraga intensitas sedang hingga berat selama total 150 menit per minggu—baik dicicil dalam beberapa hari atau langsung dua kali seminggu—bisa memberikan efek perlindungan yang sama. Temuan ini memberikan harapan besar bagi penderita diabetes yang kesulitan menyempatkan waktu olahraga setiap hari.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Boston University, Vanderbilt University Medical Center, dan Capital Medical University. Data yang digunakan berasal dari survei nasional Amerika Serikat (National Health Interview Survey) pada 1997 hingga 2018, dengan total 51.650 peserta yang mengaku menderita diabetes. Peneliti membagi peserta dalam empat kelompok berdasarkan pola aktivitas fisik mereka.

2 Kali Sepekan, Olahraga Terbaik untuk Penderita Diabetes Read More »

AI Ungkap Risiko Serangan Jantung Mematikan yang Sering Tak Terdeteksi

Para ilmuwan dari Universitas Johns Hopkins baru-baru ini mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) canggih yang mampu mendeteksi bahaya serangan jantung mendadak jauh lebih akurat dibanding metode dokter saat ini. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Cardiovascular Research pada 3 Juli 2025 ini memanfaatkan model AI bernama MAARS yang memproses hasil MRI jantung dan data medis lengkap pasien untuk menemukan pola tersembunyi pada jaringan parut di jantung yang selama ini tidak terdeteksi dokter.

Penemuan ini menjadi terobosan besar karena dapat menyelamatkan banyak nyawa dan menghindarkan pasien dari pemasangan alat pacu jantung yang sebenarnya tidak diperlukan. Sebagaimana dijelaskan oleh Natalia Trayanova, peneliti utama dalam studi ini, sistem mereka mampu memprediksi secara akurat siapa saja yang benar-benar berisiko tinggi mengalami kematian jantung mendadak, sesuatu yang sebelumnya sangat sulit dilakukan dengan panduan klinis standar.

Penyakit kardiomiopati hipertrofik menjadi fokus utama penelitian ini. Penyakit ini merupakan salah satu kelainan jantung bawaan paling umum di dunia, menyerang 1 dari setiap 200 hingga 500 orang, dan dikenal sebagai penyebab utama kematian mendadak pada remaja dan atlet. Masalahnya, kebanyakan pasien sebenarnya tetap dapat hidup normal, namun ada sebagian kecil yang berisiko tinggi, dan dokter kesulitan membedakannya.

AI Ungkap Risiko Serangan Jantung Mematikan yang Sering Tak Terdeteksi Read More »

25 Tahun Pantauan Pantai, Mengejutkan Perubahan Lautan Dunia

Dua puluh lima tahun lalu, para ilmuwan memperingatkan bahwa tumpahan minyak di lautan akan menurun, sementara ancaman spesies invasif dan dampak perubahan iklim akan meningkat. Kini, di tahun 2025, tim peneliti internasional kembali meninjau ramalan mereka dan menemukan hasil yang mengejutkan. Banyak prediksi mereka terbukti tepat, seperti berkurangnya polusi minyak, namun tak sedikit juga kesalahan prediksi yang membuat ilmuwan tercengang. Dalam studi yang dipimpin Profesor Stephen Hawkins dari Marine Biological Association dan Universitas Plymouth, serta dipublikasikan dalam jurnal Marine Pollution Bulletin pada 16 Juli 2025, terungkap fakta bahwa polusi plastik, pengasaman laut, serta polusi cahaya dan suara justru meningkat jauh lebih cepat daripada yang mereka perkirakan.

Di awal milenium, sekelompok ilmuwan merilis daftar ancaman utama bagi garis pantai dunia. Mereka memperkirakan tumpahan minyak akan berkurang, spesies asing akan menyebar, organisme hasil rekayasa genetik akan berbahaya bagi laut, dan perubahan iklim akan berdampak besar pada ekosistem pesisir. Dua dekade lebih berlalu, banyak dari ramalan ini terbukti, namun ada pula prediksi yang ternyata meleset. Bahkan, ancaman baru yang tak terduga muncul dan bertambah parah, seperti banjir plastik global, badai ekstrem, serta polusi dari cahaya buatan dan kebisingan.

25 Tahun Pantauan Pantai, Mengejutkan Perubahan Lautan Dunia Read More »

Susah Tidur dan Sulit Fokus, Ini Penyebabnya?

Orang dewasa dengan gejala ADHD ternyata sering mengalami masalah tidur yang parah, menurut riset terbaru yang dilakukan oleh University of Southampton dan Netherlands Institute of Neuroscience. Penelitian ini menunjukkan bahwa insomnia bisa menjadi penyebab tersembunyi mengapa orang dengan ADHD merasa hidupnya kurang bahagia. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal BMJ Mental Health pada tanggal 15 Juli 2025, yang menjelaskan bagaimana gangguan tidur memperburuk perhatian dan emosi, lalu memicu siklus yang semakin sulit diputus.

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa satu dari empat orang dengan ADHD mengalami gangguan tidur, dan insomnia menjadi yang paling sering dialami. Dosen Psikologi dari University of Southampton, Dr. Sarah L. Chellappa, menjelaskan bahwa adanya hubungan antara keparahan insomnia dan gejala ADHD membuat seseorang lebih sulit merasa puas dalam hidup. Kondisi tidur yang terganggu dapat mengacaukan fungsi otak dalam mengatur emosi dan fokus. Di sisi lain, gejala ADHD seperti impulsivitas dan hiperaktivitas juga bisa menyebabkan gangguan tidur, membentuk lingkaran masalah yang saling memperparah.

Susah Tidur dan Sulit Fokus, Ini Penyebabnya? Read More »

AI untuk Deteksi Kebohongan: Solusi Cerdas atau Ancaman Keadilan?

Kecerdasan buatan atau AI kini semakin sering digunakan untuk mendeteksi kebohongan. Teknologi ini dikembangkan dengan cara menganalisis pola suara, ekspresi wajah, serta gerakan tubuh seseorang ketika mereka berbicara. AI memproses berbagai sinyal non-verbal tersebut untuk memprediksi apakah seseorang sedang berkata jujur atau berbohong. Metode ini dinilai lebih cepat daripada cara manual seperti wawancara atau interogasi biasa.

Beberapa perusahaan teknologi mengklaim bahwa sistem AI mereka mampu mencapai tingkat akurasi tinggi, bahkan melampaui kemampuan manusia dalam mengenali kebohongan. Sensor mikro dan kamera resolusi tinggi digunakan untuk menangkap data sekecil apapun dari ekspresi wajah hingga tekanan suara. Data-data ini kemudian dianalisis menggunakan algoritma pembelajaran mesin yang terus diperbarui dari waktu ke waktu.

Namun, para peneliti di bidang etika dan hukum memperingatkan bahwa penggunaan AI dalam mendeteksi kebohongan belum sepenuhnya bisa diandalkan. Masalah utama terletak pada potensi bias dalam data pelatihan yang digunakan oleh AI. Jika sistem hanya dilatih menggunakan data dari populasi tertentu, maka hasil prediksinya bisa tidak akurat untuk kelompok lain. Hal ini bisa menyebabkan ketidakadilan dalam penerapan teknologi tersebut.

AI untuk Deteksi Kebohongan: Solusi Cerdas atau Ancaman Keadilan? Read More »