Penyusunan Kamus Wakatobi Berbasis Relawan (Volunteership)

"Bahasa Kita, Warisan Kita”

Proyek Kamus Wakatobi ini adalah gerakan kolaboratif untuk melestarikan dan merayakan kekayaan bahasa lokal di Kepulauan Wakatobi. Dengan model volunteership, siapapun—baik warga lokal maupun pecinta budaya Nusantara—dapat menyumbang kosa kata khas melalui Google Form, mencantumkan arti dari tiap kata dalam dialek empat pulau: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, serta nama kontributornya sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi.

Tujuan utamanya bukan hanya dokumentasi linguistik, tetapi juga membangun jejaring sosial dan kebanggaan identitas daerah melalui partisipasi terbuka dan inklusif. Silahkan klik Google Form untuk mendonasikan pengetahuan kosa kata Wakatobi Anda!

Atau Anda bisa mengakses link google form melalui QR Code berikut ini:

Data Kamus Wakatobi

Data Kamus Wakatobi

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan proyek ini, penyusunan akhir Kamus Wakatobi direncanakan akan diterbitkan melalui prosedur akademis yang sistematis. Setiap entri kata yang dikumpulkan akan diseleksi, ditelaah, dan disunting secara cermat oleh Tim Editor yang terdiri dari para ahli linguistik, antropologi, serta penutur asli dari masing-masing pulau. Proses ini bertujuan untuk memastikan akurasi makna, kesesuaian konteks budaya, serta konsistensi dalam penyajian lintas dialek.

Yang tak kalah penting, setiap kontributor yang menyumbangkan kosa kata melalui Google Form dan mencantumkan namanya akan dituliskan sebagai penulis atau kontributor resmi dalam publikasi akhir. Ini bukan sekadar proyek crowdsourcing, tetapi sebuah usaha kolektif berbasis penghargaan dan partisipasi publik.

Penerbitan kamus akan dilakukan dalam dua bentuk: versi daring yang dapat diakses secara terbuka dan versi cetak yang ditujukan untuk kepentingan edukasi, pelestarian budaya, dan penelitian akademik. Dengan pendekatan ini, proyek ini diharapkan menjadi salah satu upaya dokumentasi bahasa daerah paling terbuka, inklusif, dan kredibel yang pernah dilakukan di wilayah kepulauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *