Kacamata Supraverse

Tentu mencari kacamata dengan spesifikasi atau merek ini “Supraverse”, tidak akan kita temukan di pemilik Ray-Ban Essilor Luxottica. Kenapa? Memang kacamata ini secara fisik belum ada yang produksi, baik lewat perusahaan apalagi perseorangan.

Terus, apa pentingnya ‘kacamata’ supraverse? Ini tentang ‘perspektif’ yang tentu penting bagi siapa saja yang meyakini kehidupan akhirat.

Kacamata ini bukanlah antitesa dari kacamata multiverse, yang saat ini dikembangkan oleh pemilik Facebook, Mark Zuckerberg bekerjasama dengan pemilik Ray-Ban Essilor Luxottica.

Kacamata multiverse bermerek Ray-Ban yang dikembangkan oleh Facebook tersebut merupakan salah satu langkah pertama menciptakan kacamata futuristik yang menambah dunia nyata dengan data atau grafik dari Internet.

Kacamata pintar yang disebut kacamata augmented reality ini, merupakan kacamata virtual di mana pengguna akan dapat ‘berteleportasi’ ke ruang digital menggunakan teknologi AR dan VR.

Tidak hanya Mark Zuckerberg yang kepincut dengan dunia metaverse, founder Microsoft, Bill Gates turut meramalkan bahwa tahun depan akan banyak orang yang mulai melakukan kegiatan kantor melalui metaverse.

Kacamata Supraverse Read More »

Derajat Bumi

Kalau kita mengamati keadaan cuaca akhir-akhir ini, nampak bahwa daerah kita masih berada pada musim hujan.

Kondisi ini sangat berbeda dengan cuaca di Sejumlah negara di kawasan bumi utara. Diberitakan, pada satu pekan terakhir ini, mereka merasakan cuaca panas yang luar biasa.

Saking panasnya cuaca tersebut, maka kondisinya digambarkan seolah-olah seperti hawa api neraka yang bocor dan menyapa bumi.

Gelombang panas menerpa Lithuania mencapai suhu 32 derajat Celcius, 35 derajat Celcius di sejumlah daerah Polandia, 36 derajat Celcius di sejumlah wilayah Jerman.

Kemudian Negara-negara Balkan, termasuk Bosnia dilaporkan bakal mencapai 39 derajat Celcius pada beberapa hari mendatang.
Suhu panas seperti ini setara dengan suhu panas bagi orang yang lagi sakit demam.

Kenaikan suhu ini merupakan yang tertinggi semenjak dunia memulai pengukuran suhu bumi secara modern dengan menggunakan termoneter sejak tahun 1850.

Sebelumnya suhu bumi terpanas terjadi pada tahun 2005 lalu, namun, saat ini, data suhu bumi menunjukkan bahwa, telah terjadi kenaikan suhu bumi sebesar dua kali lipat.

Derajat Bumi Read More »

Destinasi Sadar Bencana

sumber: www.tripzilla.id

Sejak 2016 telah muncul diskusi dan perdebatan tentang pembentukan Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Wakatobi atau populer disebut BOP Wakatobi.

Santer juga terdengar informasi terkait luas lahan yang diperuntukkan untuk kebutuhan tersebut. Yakni seluas 1.000 hektar, terdiri atas: Wangi-Wangi 500 hektar, Kaledupa 200 hektar, Tomia dan Binongko masing-masing 150 hektar.

Tak cukup sampai di situ, beredar juga kabar tentang besaran anggaran yang akan masuk ke Sulawesi Tenggara ketika Wakatobi menjadi BOP. Yakni mencapai Rp 25 Triliun, yang diperkirakan satu tahun setelah Wakatobi menjadi BOP.

Anggaran sebanyak itu, akan diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata: bandara, dermaga, air bersih, jalan raya, transportasi, dan lain sebagainya.

Terakhir, 3 Juni 2021 beredar kabar jika Peraturan Presiden (Perpres) tentang Badan Otorita Pengelola (BOP) Kawasan Pariwisata Wakatobi telah ditandatangani oleh Pak Presiden Ir. Jokowi. Informasi tersebut datang dari akun Facebook Ir HUGUA, Bupati Wakatobi dua periode.

Destinasi Sadar Bencana Read More »

Ecosystem Restoration

Sumber: www.iucn.org

Sejak 2020, hasil penelitian para ilmuwan menemukan hal yang mengejutkan tentang bumi. Mereka menemukan bahwa bumi mulai berputar lebih cepat, yang mengakibatkan hari-hari menjadi lebih pendek.

Setidaknya, perputaran bumi saat ini lebih cepat dibanding kapan pun dalam 50 tahun terakhir. Menurut catatan selama 50 tahun terakhir, rekor 28 hari tercepat atau terpendek terjadi pada 2020. Ini karena bumi menyelesaikan rotasi di sekitar porosnya lebih cepat sekian milidetik daripada rata-rata.

Sayangnya hingga saat ini, para ilmuwan belum mendapatkan alasan yang meyakinkan terkait mengapa terjadi peningkatan laju rotasi bumi tersebut. Sementara itu, pada tahun 2021 diperkirakan bumi akan berputar lebih cepat dari biasanya.

Hal tersebut membuat waktu seolah terasa lebih singkat, di mana rata-rata hari berlangsung 0,5 detik lebih pendek dari hitungan sempurna 24 jam.

Walaupun demikian, para peneliti meyakini bahwa kondisi ini hanyalah bersifat sementara, yang akan kembali normal di masa-masa mendatang.

Sesungguhnya bagi seorang muslim, sangat meyakini bahwa segala kejadian yang menimpa bumi dan segenap isinya tidak terlepas dari kehendak Allah SWT.

Allah SWT menghubungkan segala kejadian di bumi bersifat sebab akibat. Kerusakan dan kebaikan kehidupan bumi terkait dengan baik buruknya perilaku manusia.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum[30]:41, “telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). “

Jika demikian, apakah mungkin memendeknya putaran waktu berhubungan dengan kelalaian manusia? Jawabannya adalah wallahu a’lam bishshowab.

Ecosystem Restoration Read More »

Hikmah Khusuf

Sumber gambar: www.merdeka.com

Pada 26 Mei 2021 malam, terjadi Gerhana Bulan Total yang dijuluki dengan sebutan Bulan Darah Super, karena bertepatan dengan Bulan Purnama Perigee atau supermoon. Disebut supermoon karena posisi bulan terhitung sangat dekat dengan bumi.

Dalam catatan astronomis, pada tahun 2021 ini akan terjadi 4 kali gerhana, yakni 2 kali Gerhana Bulan dan 2 kali Gerhana Matahari. Untuk gerhana bulan berikutnya diperkirakan akan terjadi pada bulan November 2021 nanti, namun berupa Gerhana Bulan Sebagian. Sayangnya, gerhana Matahari tahun ini, berupa Gerhana Matahari Cincin pada bulan Juni dan Gerhana Matahari Total bulan Desember nanti, Insya Allah tidak ada yang melintasi wilayah Indonesia. Sehingga kita tak akan menyelenggarakan Shalat Kusuf atau Shalat Gerhana Matahari.

Shalat gerhana menurut para ulama adalah shalat sunnah muakkadah yakni amalan sunnah yang dilakukan untuk menyempurnakan suatu ibadah wajib dan dianjurkan dilakukan, sebab tingkatannya hampir mendekati ibadah wajib. Dengan demikian, kedudukan shalat gerhana sebagai Sunnah muakkadah setara dengan sholat Witir, Sholat Tahajud, Sholat Tarawih di bulan Ramadhan, maupun Sholat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.

Shalat gerhana disyariatkan kepada siapa saja, baik dalam keadaan berdiam di negerinya atau dalam perjalanan, baik untuk laki-laki ataupun perempuan. Atau diperintahkan kepada orang-orang yang telah wajib melakukan shalat Jumat.

Hikmah Khusuf Read More »

Palestina, Negeri Berkah Yang Tersakiti

Sumber: Telegram Sahabat Al-Aqsha

Sejak penghujung Ramadhan kemarin, jumlah penduduk Jalur Gaza, Palestina, yang tewas akibat serangan 1srael mencapai 232 orang, 65 orang di antaranya adalah anak-anak, dan 1900 orang terluka, .

Memang sebagian besar kaum muslimin merasa tidak peduli atau bahkan tidak mau tahu tentang konflik yang tengah terjadi di bumi Palestina. Dan mungkin sebagian kecil dari kaum muslimin akan bertanya: sebetulnya atas dasar apa kita kaum muslimin harus bersimpati kepada Negeri Palestina?

Dalam al-Qur’anul Karim, salah satu wilayah Palestina, diabadikan dengan sebutan Masjidil Aqsho dan atau dengan sebutan Ardhul Muqoddas atau tanah suci, kenyataannya telah berkali-kali mengalami konflik dengan Israel.

Kemarahan kita sebagai manusia terhadap apa yang dilakukan oleh 1srael adalah serangan mereka yang menyebabkan terbunuhnya anak-anak, perempuan, dan orang-orang tua di Palestina. Tidak sedikit anak-anak kehilangan ibu dan bapaknya, tak sedikit orang tua kehilangan putra dan putri tercinta, sampai-sampai warga Palestina dengan lantang mengatakan bahwa, di negeri kami Palestina, kami melaksanakan shalat wajib 6 kali dalam sehari, bukan 5 kali dalam sehari.

Palestina, Negeri Berkah Yang Tersakiti Read More »

Proyek Pasca Ramadhan

Alhamdulillah, seluruh Umat Islam di seluruh dunia telah merampungkan puasa Ramadhan dan merayakannya dengan Hari raya Idul Fitri sebagai wujud kemenangan.

Makna Idul Fitri adalah kembali berbuka puasa setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kata fitri memiliki kaitan dengan kata fithrah.

Sementara itu makna lain dari Idul Fitri adalah kembali pada fitrah, yakni setiap orang yang berpuasa selama bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas karena Allah, akan diampuni segenap dosanya yang telah lampau.

Rasul SAW bersabda dalam hadits Bukhari:

“Barangsiapa puasa di bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas karena Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.”

Hadits di atas bermakna bahwa, setiap kaum Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan karena Allah Ta’ala, maka pada hari raya Idul Fitri, ia terbebas dari segala dosa, bersih, suci sebagaimana bayi yang baru lahir dari rahim ibunya.

Sebagaimana sabda Nabi dalam Hadits Riwayat Bukhari: “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (Islam). Kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi”.

Proyek Pasca Ramadhan Read More »

WakatobiAIS dan Tragedi Perairan Batang

Sumber foto: www.liputan6.com

“Kapal nelayan berbobot 30 gross ton milik Hermanto warga Kelirahan Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang mengalami kecelakaan di perairan utara Batang, dua orang dari 14 orang yang berada di kapal Berkah Abadi berhasil ditemukan selamat, sisanya masih dalam belum ketemu”. Demikian www.liputan6.com membuka pewartaaannya terkait tragedi kecelakaan laut di perairan Batang pada 14 Januari 2021 (https://www.liputan6.com/regional/read/4456742/tragedi-tabrakan-kapal-tengah-malam-12-nelayan-hilang-di-perairan-batang).

Kejadian ini mengingatkan kita pada peristiwa kecelakaan laut pada 2 Januari 2019. Peristiwa tersebut menimpa tiga nelayan Banten yang terlibat kecelakaan laut dengan Kapal Baruna Jaya 1 milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang sedang melakukan survey (https://pusriskel.litbang.kkp.go.id/index.php/en/home/2169-hikmah-tragedi-baruna-jaya-i-saatnya-wakatobiais-selamatkan-nelayan).

Kita juga masih ingat kejadian yang menimpa Aldi, seorang nelayan Minahasa Utara yang 1,5 bulan hanyut terombang-ambing hingga di Perairan Laut Jepang tahun 2018 (https://pusriskel.litbang.kkp.go.id/index.php/en/component/content/article/36-berita/2056-kenapa-aldi-life-of-pi-bisa-hanyut-ke-guam-ini-penjelasannya).

WakatobiAIS dan Tragedi Perairan Batang Read More »

Hijrah ke Kolaboratokrasi

Sumber foto: https://ekonomi.kompas.com

Pada era Orde Baru, para pemerhati pembangunan mengkritik habis cara Pemerintah dalam memperlakukan perencanaan pembangunan, yang sangat kental dengan pendekatan teknorasi.

Pendekatan tersebut diwarnai oleh praktek pembangunan yang mengandalkan modal asing.

Kritik di atas bermuara pada tiadanya ruang bagi warga ‘akar rumput’ mentransaksikan ide perencanaannya serta bagaimana mereka memiliki kedaulatan dalam membuat ‘proyek’ pembangunan berdasarkan fakta dan realitas yang mereka hadapi.

Seiring dengan hadirnya reformasi, euforia pembangunan berbasis masyarakat bertumbuh dengan pesatnya.

Pada awalan reformasi tersebut, terma inisiatori dan partisipatori mendominasi percakapan pembangunan, seakan-akan saat itu adalah era partisipatokrasi, padahal realitasnya, suasana tersebut didefinisikan sebagai era demokratisasi.

Dalam prakteknya, ternyata pembangunan pada level masyarakat belum bisa bergantung pada apa yang disebut dengan partisipatori.

Bahkan partisipatori sentris menjadi salah satu bias demokratisasi, yang membuka lapangan bebas bagi seluruh warga untuk memaksakan persepsi dan ekspektasinya dalam pembangunan.

Hijrah ke Kolaboratokrasi Read More »

Berapa Harga ‘Dirimu’?

Sumber gambar: medium.com

Dalam klasifikasi makhluk hidup, manusia selain berkedudukan sebagai makhluk omnivora, juga secara khusus memiliki strata sebagai makhluk Homo Sapiens, Homo Humanus dan Homo Deus.

Derajat yang demikian ini sejalan dengan status manusia sebagai pemimpin bumi (khalifah fil ardh). Manusia memiliki kekuasaan untuk mengatur bumi ini sepanjang waktu, walaupun di bumi ini begitu banyaknya makhluk hidup, yakni berkisar antara 5,3 juta dan 1 triliun jumlah spesies makhluk yang diperkirakan mendiami bumi saat ini menurut National Geographic.

Hanya saja, kedudukan manusia tersebut, sesungguhnya tidak akan bermakna sama sekali, jika kehendak manusia mengelola bumi ini tidak sejalan dengan kehendak penciptanya, baik yang berdasarkan hukum-hukum kauniyah maupun qauliyah.

Kenapa demikian? Oleh karena hampir semua yang keluar dari manusia adalah kehinaan. Semua yang keluar dari badan manusia, hakekatnya berbau busuk dan tak layak untuk dibanggakan. Lihatlah apa yang keluar dari mulut manusia, apa yang keluar dari semua saluran pembuangan pada manusia, hakekatnya berbau busuk. Nafas kita busuk, buang air, buang angin semuanya busuk, dlsb.

Berapa Harga ‘Dirimu’? Read More »