Sunashadi

Polusi Udara Global: Analisis Kota Terburuk 2021

Sumber: Elements

Kota-kota di seluruh dunia menghadapi tantangan polusi udara yang semakin meningkat. Data kualitatif dan kuantitatif dari gambar ini menunjukkan 20 kota dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia, berdasarkan pengukuran PM2.5, partikel kecil yang dapat menembus paru-paru dan masuk ke aliran darah.

Delhi, ibu kota India, menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan polusi udara terburuk. Tingkat PM2.5-nya mencapai 153 µg/m3, jauh melebihi batas aman yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Faktor utama penyebab kondisi ini adalah emisi kendaraan bermotor, pembakaran sampah terbuka, dan debu dari konstruksi bangunan.

Di China, Beijing juga menghadapi masalah serupa dengan tingkat PM2.5 sebesar 92 µg/m3. Pemerintah setempat telah menerapkan berbagai inisiatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki kualitas udara.

Data tersebut menunjukkan bahwa negara-negara berkembang cenderung memiliki tingkat polusi udara yang lebih tinggi dibandingkan negara maju. Hal ini disebabkan oleh industrialisasi cepat tanpa adanya regulasi lingkungan yang ketat.

Namun demikian, tidak hanya negara berkembang saja yang terdampak; beberapa kota di negara maju juga masuk dalam daftar tersebut karena faktor seperti lalu lintas kendaraan bermotor dan aktivitas industri.

Penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersinergi dalam upaya peningkatan kualitas udara melalui implementasi teknologi bersih, pengelolaan limbah industri efektif serta perubahan gaya hidup menuju lebih hijau dan berkelanjutan.

Polusi Udara Global: Analisis Kota Terburuk 2021 Read More »

10 Perusahaan Tambang Emas Terbesar 2024

Sumber: Elements

Newmont, sebuah perusahaan tambang emas dari Amerika Serikat, memimpin daftar dengan produksi 5.88Moz. Perusahaan ini adalah satu-satunya produsen emas yang terdaftar di S&P 500 Index.

Rusia, dengan dua perusahaan tambang emas terbesar, POLYUS dan POLYMETAL yang masing-masing menghasilkan 2.87Moz dan 1.4Moz, diperkirakan akan menjadi produsen emas terbesar di dunia pada tahun 2029.

Barrick dari Kanada mengikuti dengan produksi sebesar 4.84Moz. Emas adalah komoditas yang paling berharga di Kanada, dengan nilai produksi mencapai $9.3 miliar.

Di Afrika Selatan, ANGLOGOLD ASHANTI memproduksi 2.81Moz dan GOLD FIELDS sebanyak 2.13Moz.

KINROSS juga dari Kanada memiliki produksi sebanyak 2.38Moz sementara AGNICO EAGLE menghasilkan 1.73 Moz.

NEWCREST dari Australia menutup daftar sepuluh besar dengan produksi sebesar 2.06 Moz.

Data ini merupakan data hingga Maret tahun ini dan menunjukkan dominasi beberapa negara dalam industri pertambangan emas global.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produksi emas di tahun ini telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan Newmont sebagai produsen terbesar. Namun, tantangan lingkungan yang ditimbulkan oleh proses produksi ini memerlukan inovasi dan efisiensi yang lebih besar.

10 Perusahaan Tambang Emas Terbesar 2024 Read More »

Produksi Tembaga Global 2021: Analisis dan Implikasi

Sumber: Elements

Manusia telah mengandalkan tembaga sejak zaman prasejarah karena tingginya konduktivitas, kelenturan, dan konduktivitas listriknya. Pada tahun 2021, produksi tembaga global mencapai 21,0 juta ton. Chile adalah produsen terbesar dengan kontribusi 5,6 juta ton atau 27% dari total produksi dunia. China mengikuti dengan produksi sebesar 1,8 juta ton.

Teknologi hijau seperti kendaraan listrik dan panel surya membutuhkan tembaga; oleh karena itu permintaan terhadap logam merah ini meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Chile memiliki dua tambang terbesar di dunia, Escondida dan Collahuasi. Selain menjadi produsen besar, China juga merupakan konsumen terbesar tembaga yang dimurnikan di dunia dengan konsumsi mencapai 54%.

Negara lain seperti Peru dan Amerika Serikat juga berkontribusi signifikan dalam produksi tembaga global. Sebagian besar tembaga yang diproduksi di Amerika Serikat berasal dari deposit di Arizona, Utah, New Mexico, Nevada, dan Montana.

Sebagai perbandingan visual, Burj Khalifa yang merupakan bangunan tertinggi di dunia dengan ketinggian 830 m digunakan untuk menggambarkan skala produksi bahan bakar fosil ini.

Dalam konteks pengurangan emisi karbon dan pemanasan global, data ini menjadi sangat relevan. Kita ditantang untuk mencari alternatif energi yang lebih bersih dan berkelanjutan agar dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Produksi Tembaga Global 2021: Analisis dan Implikasi Read More »

Produksi Bahan Bakar Fosil vs Mobil Listrik

Sumber: Elements

Pada tahun 2022, dunia mencatat rekor baru dalam produksi bahan bakar fosil. Dalam gambar ini, terlihat jelas bahwa minyak mentah, gas alam cair, dan batu bara adalah tiga sumber utama energi. Minyak mentah memiliki volume 5,08 m³ dan tinggi 1.706 m, menunjukkan dominasinya dalam produksi energi.

Gas alam cair juga memiliki peranan penting dengan volume 7,08 m³ dan tinggi 1.913 m. Sementara itu, batu bara tidak kalah pentingnya dengan volume 9,88 m³ dan tinggi mencapai 2.141 m.

Fakta menarik lainnya adalah bahwa bahan bakar fosil masih menyumbang lebih dari 80% konsumsi energi primer global. Ini menggambarkan betapa ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil sangat tinggi.

Sebagai perbandingan visual, Burj Khalifa yang merupakan bangunan tertinggi di dunia dengan ketinggian 830 m digunakan untuk menggambarkan skala produksi bahan bakar fosil ini.

Dalam konteks pengurangan emisi karbon dan pemanasan global, data ini menjadi sangat relevan. Kita ditantang untuk mencari alternatif energi yang lebih bersih dan berkelanjutan agar dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan demikian, tren positif dalam produksi mobil listrik menunjukkan komitmen global yang kuat terhadap energi bersih dan ramah lingkungan. Ini juga menandakan era baru dalam industri otomotif di mana kendaraan listrik menjadi pilihan utama konsumen.

Produksi Bahan Bakar Fosil vs Mobil Listrik Read More »

Peningkatan Produksi Aluminium Global 2021

Sumber: Elements

Produksi aluminium mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2021. China mendominasi produksi global dengan mencatatkan angka 39 juta ton, menjadikannya negara dengan kapasitas peleburan aluminium terbesar di dunia. Lebih dari 80% kapasitas peleburan China menggunakan tenaga batu bara, sehingga intensif emisi.

Amerika Serikat menjadi importir aluminium terbesar di dunia, sementara Rusia menempati posisi ketiga sebagai produsen global. Negara-negara lain seperti UAE, Australia, Bahrain, India dan Kanada juga berkontribusi dalam produksi aluminium global.

Data kuantitatif menunjukkan bahwa produksi aluminium oleh China mencapai 39M ton pada tahun 2021. Sementara itu, Amerika Serikat mengimpor sebanyak 880K ton aluminium. Produksi Rusia mencapai angka 3.7M ton.

Proses produksi melibatkan penggunaan bauksit dan alumina serta mineral kriolit sebagai bahan baku utama. Elektrolisis adalah tahapan kunci dalam proses ini dimana alumina dicairkan dalam sel reduksi elektrolitik.

Peningkatan permintaan akan aluminium mendorong inovasi dan efisiensi dalam proses produksinya untuk meminimalisir dampak lingkungan akibat emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses peleburan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produksi aluminium di tahun 2021 telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan China sebagai produsen terbesar. Namun, tantangan lingkungan yang ditimbulkan oleh proses produksi ini memerlukan inovasi dan efisiensi yang lebih besar.

Peningkatan Produksi Aluminium Global 2021 Read More »

KHGT-One Ummah

Pada bulan Rajab ini ada satu momen penting yang mesti direfleksi oleh semua kaum muslimin. Peristiwa yang dimaksud adalah peristiwa yang jatuh pada tanggal 27 Rajab. Peristiwa tersebut adalah Isra Mi’raj.

Isra Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab menurut sistem penanggalan kalender Hijriah. Momen Isra Mi’raj terjadi dalam satu malam, yang melibatkan dua bagian utama:

  • Isra’: Perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.
  • Mi’raj: Kenaikan Nabi Muhammad SAW ke langit tertinggi, Sidratul Muntaha.

Ada beberapa keistimewaan dan makna yang dalam dari peristiwa Isra Mi’raj. Pertama, menjadi penghibur bagi Rasulullah dalam menghadapi kesedihan setelah kehilangan istri dan paman tercintanya.

Kedua, dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu sehari semalam dari Allah SWT.

Ketiga, peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa Nabi Muhammad SAW mengikuti jalur para nabi terdahulu.

Selain itu, peristiwa Isra Mi’raj memiliki relevansi yang signifikan dalam mempromosikan dan memperkuat persatuan umat Islam. Setidak-tidaknya ada empat alasan yang relevan dengan pandangan ini.

  • Pemimpin Spiritual dan Politik: Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW memimpin shalat bersama para nabi, menegaskan posisinya sebagai pemimpin spiritual umat manusia. Ini menunjukkan bahwa semua umat Islam di seluruh dunia memiliki pemimpin spiritual yang sama, yaitu Nabi Muhammad SAW, yang mempersatukan mereka. Dalam perkembangannya kedudukan beliau sebagai Pemimpin Spiritual diintegrasikan dengan kedudukan beliau sebagai Pemimpin Politik yang menyatukan seluruh kaum muslimin pada saat beliau membentuk Negara Islam Madinah.
  • Kesamaan Ibadah: Peristiwa Isra Mi’raj merupakan waktu disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung. Shalat adalah salah satu rukun Islam yang dilakukan oleh semua umat Islam di seluruh dunia. Kesamaan dalam melaksanakan ibadah ini menciptakan rasa persatuan dan kesatuan di antara umat Islam.
  • Penghargaan terhadap Tempat Suci: Perjalanan ini juga mengajarkan tentang pentingnya menghormati tempat-tempat suci dan perjuangan para nabi sebelumnya. Hal ini menciptakan rasa hormat dan penghargaan yang sama di antara umat Islam terhadap tempat-tempat suci dan sejarah Islam, yang memperkuat rasa persatuan umat Islam.
  • Keajaiban dan Kekuasaan Allah: Perjalanan dari Makkah ke Yerusalem, dan kemudian ke Sidratul Muntaha, adalah bukti kekuasaan dan keajaiban Allah SWT. Kepercayaan ini adalah inti dari aqidah Islam yang dianut oleh semua umat Islam, dan menjadi dasar persatuan mereka.

Berdasarkan uraian di atas, pada refleksi Rajab 1445 H ini, ada di antara kaum muslimin mengusung peringatan Isra Mi’raj dengan tema, ‘It is time to be one ummah’. Frasa tersebut lagi hit dan populer, dapat dimaknai sebagai ajakan bagi umat Islam untuk bersatu, saling mendukung, dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, yaitu menjalankan ajaran Islam dan berkontribusi pada kesejahteraan umat manusia.

Sejalan dengan aspirasi tersebut, dalam tema yang lain, sejumlah Pakar Falak Muhammadiyah  dengan intens mendorong upaya pembakuan Kalender Hijriah Global Terpadu (KHGT) (https://muhammadiyah.or.id/kalender-islam-global-dapat-menjadi-jalan-tengah-untuk-menyatukan-agenda-umat-islam/).

Salah satu upaya terbaru adalah komitmen Persyarikatan Muhammadiyah yang mencanangkan penerapan KHGT sejak 2024 ini.

Upaya ini dapat memecah kebuntuan persatuan kaum muslimin Se-Dunia dalam menyelenggarakan berbagai peristiwa-peristiwa penting kaum muslimin.

Konsep KHGT tersebut mengusung penerimaan terhadap imkanur rukyat, kesatuan matlak, satu hari satu tanggal di seluruh dunia, penggunaan internasional dateline, dan penggunaan kalender Islam untuk urusan ibadah dan muamalah.

Apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah bukanlah hal yang baru. Organisasi Konferensi Islam (OKI) telah memulai sejak lebih dari 41 tahun yang lalu (https://jurnalbimasislam.kemenag.go.id/jbi/article/view/32). Namun, tantangan utama dalam menerapkan kalender Islam global ini adalah bahwa banyak umat Islam, termasuk para ahli falak dan syariah, belum sepenuhnya memahami konsep, kegunaan, dan urgensi kalender Islam global (https://muhammadiyah.or.id/kalender-islam-global-definisi-dan-urgensi/).

Pada tahun 2016, Turkiye juga telah memperkenalkan konsep Kalender Islam Global dalam Kongres Internasional Unifikasi Kalender Hijriah Global yang diselenggarakan di Istanbul. Konsep ini dipilih dengan prinsip “Satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia” dan dianggap “ideal” untuk mewujudkan kalender Islam pemersatu. Kalender ini disusun berdasarkan Kriteria Istanbul (https://jurnal.tarjih.or.id/index.php/tarjih/article/view/104/108). Sayangnya, upaya Turkiye tersebut masih belum diadopsi sebagai kesepakatan global.

Umat Islam tentu menanti terobosan ini menjadi konkret sebagai komitmen global kaum muslimin, yang tidak hanya sebagai rencana OKI —yang gaungnya menjadi redup, Turkiye, dan Ormas Muhammadiyah.

Jika gagasan ini terwujud, tentu akan menghadirkan sensasi yang unik, kaum muslimin akan ber-Idul Fitri dan Idul Adha secara serempak seluruh dunia. Sebuah suasana yang mengimplementasikan pemahaman bahwa kaum Islam adalah satu Umat. Wallahu A’lam Bishawab.

KHGT-One Ummah Read More »

Emas Sebagai Aset Safe-Haven Selama Resesi

Sumber: Elements

Emas telah lama dianggap sebagai aset safe-haven bagi investor saat terjadi resesi. Dalam grafik ini, kita bisa melihat bagaimana harga emas berperilaku selama periode resesi sejak tahun 1970 hingga 2022.

Pada tahun 1973, 1981, 1990, dan 2001, harga emas mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada resesi tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 melanda dunia; harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Data kuantitatif menunjukkan bahwa selama resesi tahun 1973, harga emas naik sebesar +66%, dan S&P turun -48%. Pada resesi tahun 1981, emas naik +11% sementara S&P turun -27%. Selama resesi tahun 1990 dan 2001, emas mengalami kenaikan masing-masing +7% dan +5%, sementara indeks S&P mengalami penurunan.

Resesi global pada tahun 2008 menyebabkan harga emas naik +24%, sedangkan S&P turun drastis sebesar -57%. Namun fenomena yang paling menonjol adalah pada resesi tahun 2020 ketika harga emas meroket hingga +22% dalam waktu singkat.

Grafik di atas memberi gambaran jelas bahwa meskipun indeks saham seperti S&P sering kali jatuh drastis selama periode resesi, harga emas cenderung stabil atau bahkan meningkat. Ini membuktikan peranannya sebagai aset safe-haven yang dapat melindungi nilai portofolio investor saat pasar saham menghadapi tekanan besar.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa emas adalah investasi yang baik selama resesi. Meskipun pasar saham mungkin mengalami penurunan, emas cenderung bertahan atau bahkan meningkat nilainya. Ini menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang baik untuk melindungi portofolio Anda dari resesi.

Emas Sebagai Aset Safe-Haven Selama Resesi Read More »

Produksi Mobil Listrik Global 2022: Analisis Komparatif

Sumber: Elements

Pada tahun 2022, produksi mobil listrik global mencapai angka rekor dengan 10,3 juta unit diproduksi. BYD memimpin pasar dengan menghasilkan 1.858.364 unit, menunjukkan pertumbuhan sebesar 211% dari tahun sebelumnya. Tesla mengikuti di peringkat kedua dengan produksi sebanyak 1.314.319 unit dan pertumbuhan sebesar 40%. Stellantis, produsen multinasional, berada di posisi ketiga dengan peningkatan produksi sebesar 34%, menghasilkan total 512.276 unit.

Geely mencatatkan kenaikan tertajam dalam produksi, yaitu sebesar 257%, meskipun hanya menghasilkan total 351.356 unit mobil listrik pada tahun tersebut. Sementara itu, produsen lain seperti GM dan Hyundai juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah produksi mereka.

Stellantis berambisi untuk meluncurkan lebih dari75 model mobil listrik baru lintas merek mereka hingga tahun 2030 sebagai bagian dari strategi adaptasi mereka terhadap tren kendaraan ramah lingkungan yang sedang berkembang. Dengan demikian, pilihan antara pohon asli dan non-asli harus dibuat dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan baik manfaat jangka panjang dan dampak lingkungan dari setiap pilihan.

Produksi Mobil Listrik Global 2022: Analisis Komparatif Read More »

Manfaat Lingkungan Pohon Asli vs Non-Asli: Studi Komparatif

Sumber: UN Biodiversity

Pohon asli dan non-asli memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal manfaat dan dampaknya terhadap lingkungan. Pohon asli menciptakan keindahan dan membutuhkan perawatan rendah. Mereka menghasilkan bunga dan buah yang berlimpah, menarik keanekaragaman hayati seperti burung dan kupu-kupu. Selain itu, pohon asli membantu iklim dengan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen.

Di sisi lain, pohon non-asli memerlukan perawatan tinggi karena mereka sering kali tidak cocok dengan ekosistem lokal. Mereka tidak menarik keanekaragaman hayati karena spesies lokal mungkin tidak dapat berinteraksi dengan mereka secara efektif. Lebih jauh lagi, pohon non-asli dapat mengubah ekosistem dengan cara yang merugikan.

Dari perspektif kuantitatif, pohon asli cenderung lebih efisien dalam penggunaan air. Mereka membantu menjaga kualitas air tanah dan mengurangi kebutuhan irigasi. Sebaliknya, pohon non-asli bisa menjadi beban bagi sumber daya air lokal.

Dalam konteks ini, penting untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penanaman pohon non-asli versus asli dalam desain lansekap atau proyek restorasi ekosistem. Pohon asli menciptakan ruang hidup yang sehat bagi manusia, sementara pohon non-asli dapat menjadi risiko bagi lingkungan lokal karena kecenderungan mereka terhadap penyakit yang mempengaruhi tanaman asli.

Dengan demikian, pilihan antara pohon asli dan non-asli harus dibuat dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan baik manfaat jangka panjang dan dampak lingkungan dari setiap pilihan.

Manfaat Lingkungan Pohon Asli vs Non-Asli: Studi Komparatif Read More »

Kinerja Perak Selama Resesi: Sebuah Analisis

Sumber: Elements

Grafik di atas menunjukkan kinerja perak selama masa resesi dari tahun 1970 hingga 2020. Terdapat enam periode resesi yang ditandai dengan garis merah vertikal. Selama periode tersebut, harga perak mengalami fluktuasi.

Resesi dan Harga Perak

Pada resesi 1973, harga perak naik sebesar 43,1%, sementara S&P 500 turun sebesar -48,2%. Resesi tahun 1980 menyaksikan kenaikan harga perak sebesar +58%, sedangkan S&P 500 mengalami penurunan sebesar -16,8%.

Namun, pada tahun 1990 dan 2001 terjadi penurunan harga perak masing-masing sebesar -18% dan -37%. Resesi global pada tahun 2007-08 melihat kenaikan tajam dalam harga perak (+17%), meskipun S&P juga naik (+8%).

Terakhir pada resesi tahun 2020, harga perak meningkat +49%, sementara S&P turun sebesar -34%.

Perak Sebagai Alternatif Investasi

Harga tertinggi nominal per ons dari perak dicapai pada tahun 2011 yang merupakan tiga tahun setelah Krisis Keuangan Global. Secara historis, investasi dalam bentuk logam mulia seperti emas dan perak telah menjadi alternatif bagi investor selama masa ketidakpastian ekonomi.

Dengan demikian, perak dapat menjadi pilihan investasi yang baik selama periode resesi, meskipun fluktuasi harga yang terjadi. Sebagai investor, penting untuk mempertimbangkan semua faktor sebelum membuat keputusan investasi.

Kinerja Perak Selama Resesi: Sebuah Analisis Read More »