
sunashadi.com, LINGKUNGAN – Laut bukan hanya tempat hidup ikan dan karang, tetapi juga rumah bagi organisme kecil bernama bryozoa. Bryozoa adalah hewan laut berkoloni yang mampu membangun habitat seperti karang. Namun, perubahan iklim kini mengancam keberadaan mereka.
Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bryozoa punya peran penting menjaga ekosistem laut. Mereka membentuk struktur tiga dimensi yang menjadi tempat berlindung banyak spesies. Karena itu, hilangnya bryozoa dapat memicu keruntuhan berantai dalam rantai kehidupan laut.
Studi Baru yang Mengejutkan
Penelitian yang dilakukan Institut de Ciències del Mar (ICM-CSIC) Spanyol menyoroti bahaya ini. Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Biology pada 16 Agustus 2025 menunjukkan dampak gabungan pemanasan laut dan pengasaman laut terhadap bryozoa.
Di sisi lain, studi ini juga menyingkap perubahan pada mineral tulang bryozoa dan mikrobiomanya. Mikrobioma adalah kumpulan mikroorganisme yang hidup bersama inangnya. Fungsinya sangat penting untuk nutrisi, perlindungan, dan ketahanan terhadap stres lingkungan.
“Karang Palsu” yang Terancam
Salah satu spesies yang paling terdampak adalah Myriapora truncata, dikenal sebagai “karang palsu.” Spesies ini tersebar luas di Laut Mediterania dan membentuk habitat bagi banyak makhluk laut.
Namun, di bawah tekanan iklim, karang palsu menunjukkan penurunan fungsi biologis. Meski masih bisa beradaptasi, kemampuan itu tidak cukup untuk menahan guncangan jangka panjang. Karena itu, ancaman bagi ekosistem semakin nyata.
Laboratorium Alam di Italia
Untuk mempelajari dampak nyata, tim peneliti menggunakan “laboratorium alami” di Pulau Ischia, Italia. Di sana terdapat gelembung CO₂ vulkanik dari dasar laut. Gelembung ini menciptakan kondisi yang mirip dengan prediksi laut pada akhir abad ini.
Dengan kondisi unik itu, peneliti bisa melihat bagaimana bryozoa bereaksi terhadap pengasaman laut. Hasilnya menunjukkan ada sedikit kemampuan adaptasi, tetapi dengan harga mahal: penurunan keanekaragaman mikroba penting.
Perubahan Mikrobioma yang Mengkhawatirkan
Bryozoa memang bisa mengubah mineral pada kerangkanya agar lebih tahan asam. Namun, mikrobioma mereka kehilangan keragaman fungsional. Ini berarti fungsi penting seperti nutrisi dan pertahanan makin lemah.
Selain itu, perubahan ini bisa jadi tanda awal kerusakan ekosistem laut. Meski koloni terlihat sehat dari luar, perubahan mikrobioma bisa menjadi indikator tersembunyi dari tekanan lingkungan.
Pemanasan Laut Memperburuk Dampak
Selama lima tahun pemantauan, peneliti juga menambahkan faktor suhu laut. Hasilnya jelas: pemanasan memperkuat dampak pengasaman. Bryozoa makin rapuh dan tingkat kematian koloni meningkat.
Namun, kemampuan adaptasi yang disebut “plastisitas morfologi” ternyata tidak cukup. Dengan kata lain, kombinasi panas dan asam membuat bryozoa kehilangan daya tahan.
Teknologi untuk Memahami Kehancuran
Tim peneliti menggunakan teknologi canggih, termasuk pemindaian mikro 3D. Teknik ini memberikan gambaran detail tentang struktur kerangka dalam bryozoa. Data itu penting bukan hanya untuk sains, tetapi juga untuk edukasi publik.
Karena itu, tim peneliti bahkan bekerja sama dengan studio visual untuk membuat animasi ilmiah. Tujuannya sederhana: masyarakat bisa lebih mudah memahami risiko yang sedang dihadapi laut kita.
Implikasi bagi Konservasi Laut
Temuan ini sangat penting untuk konservasi ekosistem Mediterania. Bryozoa adalah spesies pembentuk habitat. Jika mereka hilang, banyak spesies lain ikut kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan.
Di sisi lain, penelitian ini membuka peluang baru. Mikrobioma bryozoa mungkin bisa digunakan sebagai “alat alami” untuk meningkatkan ketahanan ekosistem. Konsep ini dikenal dengan pendekatan berbasis alam.
Penelitian ini merupakan bagian dari proyek nasional MedCalRes. Saat ini, riset berlanjut dengan proyek HOLOCHANGE dan MedAcidWarm. Keduanya bertujuan memahami lebih dalam interaksi bryozoa dengan mikrobiomanya.
Dengan pemahaman yang lebih baik, para ilmuwan berharap dapat menemukan strategi mitigasi. Tujuannya jelas: menjaga keberlangsungan ekosistem laut di tengah guncangan iklim global.
Studi ini bukan hanya tentang organisme kecil. Ini adalah alarm keras bagi seluruh ekosistem laut. Bryozoa mungkin tidak seterkenal karang tropis, tetapi perannya sangat besar.
Namun, jika kita terus mengabaikan perubahan iklim, benteng laut ini akan runtuh. Dan saat itu terjadi, kita kehilangan salah satu penjaga paling penting dari kehidupan laut.[]
