
Selama puluhan tahun, nama J Harlen Bretz dianggap sebagai lelucon di dunia geologi. Banyak ilmuwan mengejek idenya tentang banjir besar yang menciptakan lanskap unik di Amerika Barat Laut. Di mata para pakar lain, teori itu terlalu dramatis dan bertentangan dengan prinsip geologi saat itu.
Namun, Bretz tetap teguh pada penelitiannya. Ia yakin ada bukti kuat bahwa wilayah seperti Scablands di Washington terbentuk akibat banjir dahsyat. Sayangnya, banyak ahli memilih jalur aman: mereka lebih percaya pada proses yang lambat dan bertahap.
Selain itu, mereka takut jika teori Bretz dianggap mendukung cerita banjir dalam kitab suci. Ini membuat argumen ilmiah berubah menjadi debat ideologis. Bretz tidak pernah membawa isu agama dalam teorinya, tapi tudingan itu tetap menghantuinya.
Bretz memulai publikasi penelitiannya pada 1923. Ia menggunakan istilah “Channeled Scablands” untuk menggambarkan wilayah aneh yang memiliki saluran besar dan terbuka. Ia menyebut kawasan ini sebagai bekas luka yang belum sembuh di kulit Bumi.
Di sisi lain, tidak satu pun pengkritiknya turun langsung melihat lokasi penelitiannya. Mereka hanya berdebat dari kejauhan, tanpa menyentuh tanah yang sedang diperbincangkan. Karena itu, Bretz merasa sendirian dalam perjuangannya.
Seorang geolog lain, Joseph Pardee, kemudian menyarankan bahwa banjir berasal dari Danau Glasial Missoula. Danau ini terbentuk akibat bendungan es dan pecah secara tiba-tiba. Namun, Bretz sempat ragu karena mengira danau itu tidak cukup besar.
Butuh puluhan tahun sebelum teori Bretz diterima. Pada 1965, saat Bretz berusia 82 tahun, sekelompok geolog akhirnya mengunjungi Scablands. Setelah melihat langsung, mereka mengakui kesalahan mereka dan mengirim pesan singkat: “Kami semua kini percaya pada teori bencana.”
Saat menerima kabar itu, Bretz merasa terobati. Ia berkata, “Setelah 30 tahun berjuang, akhirnya hatiku terasa sembuh.” Sebuah pengakuan yang sangat terlambat, tetapi membahagiakan.
Pada 1979, Bretz menerima penghargaan tertinggi dari Geological Society of America: Medali Penrose. Ia berkata dengan jenaka, “Semua musuhku sudah mati, jadi aku tidak bisa membanggakan diri.” Itu menggambarkan betapa panjang dan pahit perjuangannya.
Kini, para ilmuwan telah mengonfirmasi bahwa banjir raksasa memang terjadi di wilayah itu antara 18.000 hingga 14.000 tahun lalu. Air dari Danau Missoula meluap karena bendungan es pecah, menciptakan arus deras dan kerusakan luar biasa.
Bekas-bekasnya masih terlihat hingga hari ini. Dry Falls, bekas air terjun terbesar di dunia, menunjukkan jejak kedahsyatan banjir purba itu. Bahkan aliran Palouse River yang tenang sekarang dulu berada di bawah ratusan meter air.
Selain sebagai ilmuwan hebat, Bretz juga dikenal lucu dan unik. Ia pernah mengunci mahasiswanya di ruang bawah tanah rumahnya sebagai bagian dari lelucon edukatif. Mereka hanya bisa keluar jika berhasil menemukan kunci rahasia.
Ia lahir pada 1882 di Michigan dan awalnya belajar biologi. Namun, ketertarikannya beralih ke geologi saat mengajar di Seattle. Ia lalu meraih gelar doktor di bidang geologi hanya dalam dua tahun di Universitas Chicago.
Setelah itu, ia mengabdikan hidupnya sebagai profesor dan peneliti. Ia menikah dengan Fanny Chalis dan memiliki dua anak. Bretz wafat pada 1981 dalam usia 98 tahun. Ia menyumbangkan tubuhnya untuk sains, tanpa dimakamkan secara tradisional.[]
