Pulau Atol dan Burung Laut

Pulau atol ternyata memegang peran penting dalam kelangsungan hidup jutaan burung laut tropis di seluruh dunia. Demikian pula, keberadaan burung-burung ini memberikan manfaat luar biasa bagi pulau atol itu sendiri. Dalam sebuah artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Ruth E. Dunn dalam jurnal Nature Ecology & Evolution edisi Oktober 2024, dijelaskan bahwa sebanyak 31,2 juta burung laut berkembang biak di atol-atol, dan aktivitas mereka menjadi semacam “pompa nutrisi” alami lintas ekosistem. Dengan temuan ini, urgensi pelestarian atol menjadi semakin nyata.

Burung laut, meskipun tidak sebesar paus, ternyata juga memiliki peran penting dalam menyebarkan nutrisi antar ekosistem. Studi terbaru yang dilakukan oleh Steibl dan timnya menunjukkan bahwa atol-atol menjadi habitat utama bagi burung-burung ini untuk bersarang dan berkembang biak. Mereka mengumpulkan data dari lebih dari 90 survei burung laut yang mencakup 199 dari 280 atol di kawasan Indo-Pasifik, dan hasilnya menunjukkan bahwa 37 spesies burung laut bergantung pada atol sebagai tempat bertelur dan beranak pinak.

Beberapa spesies bahkan sangat bergantung pada atol. Misalnya, lebih dari 95% populasi albatros kaki hitam dan albatros Laysan bersarang di atol, begitu juga lebih dari 50% populasi burung Polynesian storm-petrel yang terancam punah. Dengan tubuh kecil seukuran sebungkus keripik, burung ini menggali lubang di tanah atol untuk menyembunyikan sarangnya. Ketergantungan ini memperlihatkan bahwa tanpa atol, masa depan burung-burung ini bisa terancam.

Namun, kontribusi burung laut tidak hanya terbatas pada kebutuhan sarang. Kotoran mereka—yang dikenal sebagai guano—ternyata kaya akan nutrisi seperti nitrogen dan fosfor, yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Menurut perhitungan Steibl dan koleganya, atol-atol menerima rata-rata 337 kilogram nitrogen per hektare setiap tahun, jauh melampaui batas maksimum pemupukan lahan pertanian di Uni Eropa yang hanya 220 kilogram per hektare.

Nutrisi ini tidak hanya bermanfaat bagi ekosistem daratan atol, tetapi juga berpengaruh besar pada ekosistem laut sekitarnya. Guano burung laut terbukti meningkatkan keanekaragaman spesies alga, memperkaya padang lamun, mempercepat pertumbuhan terumbu karang, serta menarik ikan dan pari manta. Artinya, keberadaan burung laut membantu menjaga keberlanjutan rantai makanan dan keanekaragaman hayati di laut tropis.

Sayangnya, keberadaan burung laut di atol kini terancam oleh berbagai faktor seperti spesies invasif, hilangnya habitat, dan perburuan manusia. Para peneliti meyakini bahwa jumlah burung laut pada masa lalu mungkin jauh lebih banyak dibandingkan saat ini. Namun, dengan konservasi yang efektif, koloni burung yang hilang masih bisa dikembalikan dan jalur aliran nutrisi lintas ekosistem dapat dipulihkan.

Hasil studi ini juga menyoroti bahwa hanya 55% dari 74 atol yang memenuhi kriteria sebagai Important Bird Areas (Wilayah Burung Penting) yang saat ini diakui secara resmi. Sebanyak 33 atol lainnya, meskipun memiliki koloni burung yang melebihi ambang batas konservasi internasional, belum mendapat pengakuan. Langkah pengakuan ini penting agar perlindungan bisa diberikan, termasuk menghapus spesies pengganggu dan memulihkan habitat bersarang burung laut.

Dampak dari konservasi atol dan pemulihan populasi burung laut dapat sangat luas. Misalnya, emisi amonia dari guano burung di wilayah Arktik telah terbukti memengaruhi pembentukan awan dan berdampak pada iklim. Di kawasan Indo-Pasifik saja, diperkirakan emisi amonia dari burung laut mencapai 2,7 juta kilogram per tahun, dan dampaknya terhadap iklim regional masih perlu diteliti lebih lanjut.

Selain itu, guano juga membantu mempercepat pertumbuhan karang. Ini sangat penting untuk melindungi pesisir dari gelombang dan badai, terutama saat frekuensi siklon dan gelombang panas meningkat akibat perubahan iklim. Atol yang selama ini dianggap hanya pulau terpencil ternyata memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan perlindungan wilayah pesisir.

Temuan ini membuka pertanyaan-pertanyaan penting lainnya tentang hubungan kompleks antara atol dan burung laut. Untuk menjawabnya, kita perlu terus melakukan pengamatan dan pencatatan populasi burung laut, sekaligus memperjuangkan perlindungan dan restorasi habitat mereka. Upaya ini tidak hanya penting bagi kelangsungan hidup burung, tetapi juga bagi kesehatan ekosistem global.

Dalam foto dokumentasi dari Kepulauan Chagos, terlihat sekelompok burung sooty tern yang menjadi salah satu dari 37 spesies burung yang bersarang di atol. Kehadiran mereka bukan sekadar pemandangan indah, tetapi bagian penting dari siklus alam yang menjaga keseimbangan bumi.

Artikel ini diambil dari jurnal Nature Ecology and Evolution, volume 8 nomor 10, halaman 1784–1785, dan ditulis oleh Ruth E. Dunn dari Lancaster Environment Centre dan The Lyell Centre, Heriot-Watt University. Artikel ini dipublikasikan pada Oktober 2024 dan dapat diakses secara daring melalui https://doi.org/10.1038/s41559-024-02518-1.[]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *