
Alexander Graham Bell adalah sosok luar biasa yang dikenal sebagai penemu telepon. Menariknya, penemuan ini justru berawal dari kesalahpahaman Bell saat membaca karya ilmiah berbahasa Jerman. Bell salah memahami diagram dalam buku tersebut dan mengira bahwa seluruh suara manusia bisa diubah menjadi sinyal listrik, padahal penulisnya hanya berhasil mengubah bunyi vokal. Namun, justru kesalahan ini membuat Bell semakin yakin bahwa suara manusia bisa dikirim melalui kabel listrik.
Bell lahir pada 3 Maret 1847 di Edinburgh, Skotlandia, dari pasangan Eliza Grace Symonds dan Alexander Melville Bell. Ayahnya adalah seorang profesor di bidang pelafalan dan penulis buku tentang cara berbicara yang banyak digunakan di Inggris dan Amerika Utara. Bell kecil belajar di rumah sampai usia 11 tahun, lalu melanjutkan ke Royal High School di Edinburgh. Ia tidak terlalu berprestasi di sekolah, tetapi selalu penuh ide dan rasa ingin tahu. Saat berusia 12 tahun, ia bahkan menciptakan mesin untuk memisahkan kulit gandum yang kemudian dipakai bertahun-tahun di pabrik milik keluarga temannya.
Saat beranjak remaja, Bell tinggal bersama kakeknya di London dan kembali belajar dengan baik. Ia mempelajari bahasa Latin dan Yunani di Weston House Academy, serta mengajar pelafalan untuk menambah uang saku. Bersama saudaranya, Bell sempat mencoba membuat robot berbicara dengan membuat pipa angin dan kepala buatan yang bisa mengucapkan beberapa kata sederhana.
Kondisi kesehatan Bell menurun akibat terlalu banyak bekerja dan berpindah-pindah tempat. Pada usia 23 tahun, setelah kedua adiknya meninggal akibat tuberkulosis, keluarganya memutuskan pindah ke Kanada demi kesehatan Bell. Di sana, kesehatannya membaik dan ia bahkan belajar bahasa Mohawk serta menuliskannya untuk pertama kali. Masyarakat Mohawk menghormatinya dengan menjadikannya kepala suku kehormatan.
Kemudian, Bell pindah ke Amerika Serikat dan membuka sekolah untuk mengajar orang tuli berbicara. Meski tidak memiliki gelar sarjana, pada usia 26 tahun ia diangkat menjadi profesor di Boston University. Sejak muda, Bell terobsesi menemukan alat yang bisa meniru ucapan manusia. Obsesi ini didorong juga oleh kondisi ibunya yang tuli dan metode pengajaran ayahnya untuk orang tuli.
Pada usia 19 tahun, Bell mengira hasil penelitiannya mirip dengan penelitian ilmuwan Jerman, Hermann von Helmholtz. Karena tidak bisa membaca bahasa Jerman, Bell salah memahami diagram Helmholtz dan yakin semua suara bisa diubah jadi listrik. Keyakinan ini justru membuatnya terus mencoba sampai berhasil.
Bell membangun bengkel di rumahnya di Ontario untuk meneliti konversi suara menjadi sinyal listrik. Di Boston, ia melanjutkan eksperimen ini siang dan malam. Pada usia 26 tahun, Bell mendapat dukungan dana dari Gardiner Hubbard dan Thomas Sanders. Uang itu digunakan untuk menggaji Thomas Watson, seorang insinyur listrik yang membantu mewujudkan idenya.
Pada 1876, paten telepon didaftarkan atas nama Bell. Meski sempat bersaing ketat dengan penemu lain, Elisha Gray, Bell dinyatakan sebagai penemu telepon setelah berjuang menghadapi sekitar 600 tuntutan hukum. Telepon pertama kali berhasil digunakan Bell untuk memanggil asistennya, Watson, dengan kalimat bersejarah, “Mr. Watson, come here. I want to see you.”
Penemuan ini semula diremehkan. Bell menawarkan patennya kepada Western Union seharga 100.000 dolar AS, tetapi ditolak karena dianggap tidak berguna. Beberapa tahun kemudian, Western Union menyesal, dan bahkan siap membayar 25 juta dolar AS untuk membeli paten tersebut. Namun, saat itu Bell sudah mendirikan perusahaan telepon sendiri dan mulai meraih kesuksesan besar.
Selain telepon, Bell juga menciptakan alat lain, seperti photophone pada 1880, yang memungkinkan suara dikirim tanpa kabel melalui sinar cahaya. Alat ini bahkan dianggap Bell sebagai penemuan terbaiknya. Pada 1881, ia juga menciptakan detektor logam untuk mencoba menemukan peluru dalam tubuh Presiden James Garfield, meski alat ini belum berhasil sepenuhnya karena teknologi saat itu masih terbatas.
Bell juga ikut mendirikan National Geographic Society pada 1888 dan menjadi presiden kedua organisasi ini pada 1897. Bell meninggal pada 2 Agustus 1922 di Kanada pada usia 75 tahun akibat komplikasi diabetes. Sebagai penghormatan, seluruh telepon di Amerika Utara dihentikan sejenak saat pemakamannya. Namanya diabadikan dalam satuan suara, yaitu bel dan desibel.[]
