
Tahukah anda bahwa setiap bayi yang baru lahir biasanya langsung dinilai kesehatannya dalam hitungan menit setelah dilahirkan? Penilaian ini dikenal sebagai Skor Apgar, dan tokoh luar biasa di balik metode ini adalah seorang dokter wanita asal Amerika bernama Virginia Apgar.
Virginia Apgar adalah seorang dokter wanita pertama di Amerika yang ahli dalam anestesi—ilmu tentang obat bius yang membuat pasien tidak merasakan sakit saat operasi. Tapi yang membuatnya benar-benar terkenal adalah karena ia menciptakan Skor Apgar, sebuah cara sederhana namun sangat penting untuk mengecek kesehatan bayi yang baru lahir.
Skor ini mengecek 5 hal penting pada bayi: warna kulit, denyut jantung, respons terhadap rangsangan, gerakan otot, dan pernapasan. Pemeriksaan dilakukan pada menit pertama dan menit kelima setelah bayi lahir. Skor yang rendah bisa jadi tanda bayi perlu pertolongan medis segera. Berkat metode ini, banyak nyawa bayi berhasil diselamatkan.
Virginia lahir pada 7 Juni 1909 di New Jersey. Sejak kecil, dia suka bermain musik, terutama biola. Meski dunia kedokteran saat itu masih didominasi laki-laki, Virginia tetap semangat menempuh pendidikan kedokteran dan berhasil lulus dari Columbia University di tahun 1933.
Awalnya, ia ingin menjadi dokter bedah, tapi karena alasan gender, ia tidak diperbolehkan mengambil spesialisasi bedah. Ia lalu memilih bidang anestesi yang saat itu masih jarang diminati. Ternyata, inilah titik balik yang membuat namanya dikenang dunia.
Pada tahun 1938, Virginia menjadi kepala divisi anestesi di Columbia University—sebuah prestasi besar bagi perempuan saat itu. Ia juga menjadi profesor anestesiologi pertama di kampus tersebut.
Sebelum Skor Apgar ditemukan, banyak bayi meninggal karena masalah kesehatan yang tidak terdeteksi saat lahir. Virginia sadar bahwa “kelahiran adalah saat paling berbahaya dalam hidup,” sehingga ia menciptakan sistem cepat dan akurat untuk mengecek kondisi bayi. Sistem ini mulai dikenalkan pada 1952 dan cepat dipakai di seluruh dunia. Penelitiannya juga menemukan bahwa obat bius tertentu berbahaya bagi bayi, sehingga penggunaannya dihentikan di ruang bersalin.
Tidak berhenti di dunia medis, Virginia melanjutkan pendidikannya di bidang kesehatan masyarakat pada tahun 1959 dan bekerja di lembaga nirlaba March of Dimes. Di sana, ia fokus meningkatkan kesehatan bayi dan anak-anak di seluruh Amerika. Ia juga aktif mengajar, menulis, dan menjadi pembicara sampai akhir hayatnya.
Virginia Apgar meninggal pada 7 Agustus 1974 di usia 65 tahun. Ia tidak pernah menikah, tapi dedikasinya untuk kesehatan bayi membuat namanya tetap hidup. Bahkan, setiap tahun ada penghargaan bernama Virginia Apgar Award yang diberikan untuk mereka yang berjasa di bidang kesehatan bayi. Buku yang ia tulis berjudul Is My Baby All Right? juga menjadi panduan favorit banyak orang tua saat itu.
Virginia Apgar adalah contoh nyata bahwa seorang perempuan bisa mengubah dunia dengan ilmu dan kepedulian. Karyanya menyelamatkan jutaan bayi dan terus digunakan hingga hari ini. Dunia medis dan para orang tua berhutang budi padanya.[]
