Selamatkan Glester Bumi!

Bayangkan jika sebagian besar gletser di dunia — bongkahan es raksasa yang menjadi sumber air bagi jutaan orang — mencair dan hilang selamanya. Ini bukan fiksi ilmiah. Ini kenyataan yang mungkin terjadi jika kita gagal membatasi pemanasan global.

Sebuah studi ilmiah internasional terbaru yang diterbitkan pada 29 Mei 2025 dalam jurnal Science oleh tim dari ETH Zurich dan 10 institusi lainnya menunjukkan bahwa kita bisa menyelamatkan dua kali lebih banyak es gletser jika pemanasan global dibatasi hingga 1,5°C, dibandingkan dengan skenario suhu naik hingga 2,7°C sebagaimana yang diproyeksikan oleh kebijakan iklim saat ini.

Peneliti dari sepuluh negara menggunakan delapan model komputer untuk mensimulasikan masa depan lebih dari 200.000 gletser di luar wilayah kutub Greenland dan Antarktika. Hasilnya sangat mengkhawatirkan: bahkan jika suhu global stabil di tingkat saat ini (sekitar 1,2°C), sekitar 39% massa es gletser tetap akan mencair. Jika pemanasan mencapai 2,7°C, kita akan kehilangan lebih dari setengah es gletser dunia. Namun, jika kita berhasil menjaga pemanasan hingga hanya 1,5°C, maka lebih dari 54% es tersebut masih bisa diselamatkan.

Gletser bukan hanya elemen alam yang indah, tetapi juga memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Mereka adalah sumber air tawar utama, pelindung alami terhadap bencana seperti banjir gletser dan longsor, serta menopang ekonomi pariwisata di wilayah pegunungan. Jika mencair, gletser juga menyumbang signifikan terhadap kenaikan permukaan laut yang mengancam daerah pesisir.

Yang lebih mengkhawatirkan, para ilmuwan menekankan bahwa bahkan jika emisi karbon berhenti hari ini, gletser akan terus mencair selama berabad-abad karena efek panas masa lalu yang tertinggal di atmosfer. Ini artinya, sebagian besar gletser sudah “terkutuk” untuk mencair, dan hanya tindakan segera yang bisa mengurangi kerusakan lebih lanjut. Penelitian ini menunjukkan bahwa sekitar 40% massa es gletser kemungkinan besar sudah tidak bisa diselamatkan.

Setiap kenaikan suhu sebesar 0,1°C diperkirakan menyebabkan hilangnya sekitar 2% es gletser tambahan. Artinya, perbedaan antara 1,5°C dan 2,7°C bukanlah perbedaan kecil — melainkan perbedaan antara kehilangan sebagian dan mayoritas gletser dunia.

Tahun ini, yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Tahun Internasional Pelestarian Gletser, menjadi momen penting untuk aksi global. Konferensi tingkat tinggi tengah berlangsung, termasuk di Swiss dan Tajikistan, untuk menyusun Deklarasi Gletser Dushanbe, sebagai langkah konkret melindungi es dunia dan ilmu pengetahuan cryosferik selama dekade 2025–2034.

Meskipun keputusan besar ada di tangan para pemimpin dan industri, setiap individu juga bisa berperan. Mulai dari mengurangi penggunaan energi fosil, beralih ke transportasi ramah lingkungan, mengurangi konsumsi daging, hingga mendukung kebijakan dan gerakan pelestarian lingkungan. Gletser mencair bukan hanya isu di ujung dunia — tapi masalah bersama seluruh umat manusia.[]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *