Adzan yang Terlarang

Mungkin banyak orang belum tahu bahwa adzan dalam bahasa Arab—yang merupakan panggilan untuk shalat bagi umat Muslim—pernah dilarang di Turki. Larangan ini berlangsung selama hampir 20 tahun.

Pada tahun 1932, pemimpin Turki saat itu, Mustafa Kemal Atatürk, yang juga dikenal sebagai pendiri Turki modern, melarang adzan disampaikan dalam bahasa Arab. Sebagai gantinya, adzan harus dibaca dalam bahasa Turki. Bahkan kata “Allah” ikut diterjemahkan.

Tujuan dari larangan ini adalah untuk memutus hubungan dengan masa lalu Islam terkait Kekhilafahan Turki Utsmaniyah dan menjadikan Turki sebagai negara sekuler, yaitu negara yang memisahkan urusan agama dari pemerintahan.

Meskipun adzan dalam bahasa Arab dilarang, ada banyak orang yang tetap menyuarakannya diam-diam. Tapi tindakan ini sangat berisiko. Pemerintah menempatkan polisi di depan masjid, dan siapa pun yang tertangkap bisa dihukum penjara hingga 3 bulan atau dikenakan denda.

Namun, perlawanan tetap terjadi. Ada orang-orang yang berkeliling kota sambil menyerukan adzan dalam bahasa Arab, bahkan ada yang mengajarkan anak-anak untuk menghafalnya agar tidak hilang dari ingatan.

Pada tahun 1949, dua pria bernama Muhiddin Ertuğrul dan Osman Yaz bahkan sempat mengumandangkan adzan dari balkon gedung parlemen saat sidang sedang berlangsung—sebuah aksi yang sangat berani pada masa itu.

Setelah 18 tahun, tepat pada tanggal 16 Juni 1950, larangan adzan dalam bahasa Islam resmi dicabut—hanya satu hari sebelum bulan Ramadan dimulai.

Perubahan besar ini terjadi setelah Adnan Menderes menjadi perdana menteri. Salah satu keputusan pertamanya sebagai pemimpin adalah mengembalikan adzan ke bahasa Islam. Ia menyatakan:

“Bangsa Turki adalah Muslim dan akan tetap seperti itu selamanya. Tidak boleh ada yang melanggar kebebasan beragama di negara ini.”

Hari ini, lebih dari 80.000 masjid di seluruh Turki mengumandangkan adzan lima kali sehari dalam bahasa Arab, seperti yang telah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Kisah ini adalah pengingat penting bahwa identitas dan keyakinan bisa bertahan meski ditekan. Suara adzan yang sempat dibungkam, kini kembali menggema kuat di tanah kelahiran Kekhilafahan Turki Utsmaniyah.

Lalu, bagaimana dengan sebagian besar syariat Islam lainnya yang pernah eksis sejak era Nabi Muhammad SAW, namun telah dibumihanguskan di Turki oleh Mustafa Kemal Atatürk bahkan di dunia saat ini: kapankah Kembali?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *