
Sebuah terobosan besar datang dari ilmuwan di Inggris dan Amerika Serikat: mereka menciptakan daun buatan yang bisa mengubah karbon dioksida (CO₂) menjadi bahan bakar dan bahan kimia berguna hanya dengan bantuan sinar matahari. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif bersih untuk menggantikan bahan bakar fosil seperti bensin dan gas.
Daun buatan ini bekerja mirip dengan daun asli pada tanaman yang menggunakan sinar matahari untuk menghasilkan energi melalui proses yang disebut fotosintesis. Tapi yang satu ini buatan manusia dan terbuat dari bahan khusus yang disebut perovskite, sejenis sel surya super efisien.
Di atas permukaan daun itu, para ilmuwan menempelkan “bunga nano tembaga” – partikel kecil dari logam tembaga yang dirancang secara khusus. Tugas mereka adalah membantu mengubah CO₂ (gas rumah kaca dari polusi) menjadi zat bernilai seperti etana dan etilena. Zat-zat ini bisa digunakan untuk membuat bahan bakar cair, plastik, bahkan obat-obatan.
Selain CO₂ dan sinar matahari, daun buatan ini juga menggunakan air dan gliserol (zat yang biasa ditemukan dalam sabun dan produk kecantikan). Hebatnya, proses ini tidak menghasilkan emisi karbon tambahan—artinya ramah lingkungan dan bebas polusi.
Dengan menambahkan elektroda kecil dari silikon, alat ini menjadi 200 kali lebih efektif dibanding sistem lama yang mencoba memecah air dan CO₂. Tidak hanya mengubah gas berbahaya menjadi energi, tapi juga menghasilkan zat berguna lain seperti gliserat dan laktat yang bisa dipakai di dunia farmasi dan kosmetik.
Walaupun saat ini efisiensinya baru sekitar 10%, para peneliti yakin bisa meningkatkannya. Mereka berharap teknologi ini bisa menjadi bagian dari solusi besar dalam menghadapi krisis iklim, dan menggantikan cara lama yang bergantung pada bahan bakar fosil.
“Proyek ini menunjukkan kekuatan dari kerja sama global,” kata Dr. Virgil Andrei, ilmuwan utama dari University of Cambridge. “Dengan teknologi seperti ini, kita bisa membayangkan masa depan di mana energi bersih benar-benar menjadi kenyataan.”
Bayangkan jika suatu hari nanti mobil, pabrik, dan rumah kita menggunakan bahan bakar yang dihasilkan dari udara kotor dan sinar matahari—tanpa mencemari lingkungan. Teknologi daun buatan ini membawa kita satu langkah lebih dekat ke masa depan itu.[]
