
Grafik di atas menunjukkan kinerja perak selama masa resesi dari tahun 1970 hingga 2020. Terdapat enam periode resesi yang ditandai dengan garis merah vertikal. Selama periode tersebut, harga perak mengalami fluktuasi.
Resesi dan Harga Perak
Pada resesi 1973, harga perak naik sebesar 43,1%, sementara S&P 500 turun sebesar -48,2%. Resesi tahun 1980 menyaksikan kenaikan harga perak sebesar +58%, sedangkan S&P 500 mengalami penurunan sebesar -16,8%.
Namun, pada tahun 1990 dan 2001 terjadi penurunan harga perak masing-masing sebesar -18% dan -37%. Resesi global pada tahun 2007-08 melihat kenaikan tajam dalam harga perak (+17%), meskipun S&P juga naik (+8%).
Terakhir pada resesi tahun 2020, harga perak meningkat +49%, sementara S&P turun sebesar -34%.
Perak Sebagai Alternatif Investasi
Harga tertinggi nominal per ons dari perak dicapai pada tahun 2011 yang merupakan tiga tahun setelah Krisis Keuangan Global. Secara historis, investasi dalam bentuk logam mulia seperti emas dan perak telah menjadi alternatif bagi investor selama masa ketidakpastian ekonomi.
Dengan demikian, perak dapat menjadi pilihan investasi yang baik selama periode resesi, meskipun fluktuasi harga yang terjadi. Sebagai investor, penting untuk mempertimbangkan semua faktor sebelum membuat keputusan investasi.
